
Korean Spa
Korean Body Scrub dan Lulur: Bedanya di Mana, dan Mana yang Cocok untuk Kulit Anda
Korean body scrub dan lulur sama-sama mengangkat sel kulit mati, tapi lewat jalan yang berbeda. Lulur bekerja lewat bahan: pasta beras dan rempah didiamkan di kulit sekitar 10 sampai 15 menit, baru digosok lembut. Korean body scrub bekerja lewat alat: kulit dilunakkan dulu dengan panas dan uap, baru digosok memakai handuk bertekstur khas. Lulur lebih lembut dan bisa lebih sering; Korean body scrub jauh lebih dalam dan jaraknya harus lebih jauh.
Pertanyaan ini datang hampir tiap minggu ke resepsionis kami, dan hampir selalu dalam bentuk yang sama: “Kalau saya sudah biasa lulur, perlu coba yang Korea juga tidak?”
Jawaban pendeknya tergantung kulit Anda. Jawaban panjangnya jauh lebih menarik, karena perbedaan keduanya bukan di bahan atau di harga, melainkan di kapan kulit dilunakkan. Sekali Anda melihat titik itu, sisanya jadi masuk akal sendiri.
Bedanya bukan alat, tapi urutan
Lulur melunakkan kulit di permukaan, saat itu juga. Pasta beras dan rempah dioleskan, didiamkan sekitar 10 sampai 15 menit, dan selama menunggu itulah kelembapan pasta melunakkan lapisan sel kulit mati. Baru setelah itu digosok pelan, dan gosokannya memakai butiran di dalam pasta itu sendiri.
Korean body scrub melunakkan kulit sebelum disentuh sama sekali. Di Korea, seseorang berendam atau duduk di ruang hangat lebih dulu, dan baru setelah lapisan terluarnya benar-benar mengendur, petugas mulai menggosok. Alat yang dipakai hampir tidak mengandung bahan aktif apa pun. Yang bekerja adalah teksturnya.
Perbedaan urutan ini yang menjelaskan semua sisanya: kenapa lulur terasa seperti perawatan yang menenangkan sementara Korean body scrub terasa seperti tindakan, kenapa lulur bisa dilakukan sendiri di rumah sementara yang satunya hampir selalu dikerjakan orang lain, dan kenapa jarak amannya berbeda jauh.
Tabel pembanding
| Lulur | Korean body scrub | |
|---|---|---|
| Yang mengangkat sel mati | Bahan dalam pasta: butiran beras, kopi, rempah | Alat: handuk bertekstur kasar, nyaris tanpa bahan |
| Kulit dilunakkan | Saat itu juga, oleh pasta yang didiamkan 10 sampai 15 menit | Sebelum digosok, oleh panas dan uap |
| Intensitas | Ringan sampai sedang, butirannya bisa disesuaikan | Tinggi, kulit umumnya memerah setelahnya |
| Fungsi tambahan | Pasta ikut jadi masker, ada aroma dan relaksasi | Praktis tidak ada, fokusnya pembersihan mendalam |
| Siapa yang mengerjakan | Bisa sendiri di rumah, di spa oleh terapis | Hampir selalu petugas terlatih |
| Jarak yang wajar | Sekitar 1 sampai 2 kali seminggu | Paling sering seminggu sekali, banyak yang lebih jarang |
| Akar tradisinya | Perawatan keraton Jawa dan Bali | Pemandian umum Korea, lalu jjimjilbang |
Lulur itu apa sebenarnya?
Lulur adalah perawatan tubuh Indonesia berupa pasta yang dioleskan, didiamkan, lalu digosok untuk mengangkat sel kulit mati. Tradisinya secara luas dikaitkan dengan lingkungan keraton Jawa dan Bali, dan sampai sekarang masih jadi bagian rangkaian siraman menjelang pernikahan adat.
Kami menulis “secara luas dikaitkan” dengan sengaja. Klaim sejarah lulur yang beredar di internet Indonesia hampir semuanya berasal dari media gaya hidup yang saling mengutip, bukan dari sumber akademik. Berbagai sumber bahkan menyebut frekuensi ritual pengantin yang berbeda-beda. Yang bisa dinyatakan dengan aman adalah bahan-bahannya, karena itu konsisten di semua sumber: tepung beras, kunyit, kencur, jahe, kayu manis, bubuk cendana, dan madu.
Varian Jawa yang paling khas namanya lulur mangir, dibuat dari tepung beras, temu giring, kunyit, kencur, dan beberapa bubuk akar. Adonannya dibentuk dan dikeringkan, lalu dilarutkan dengan air hangat saat mau dipakai.
Ada satu hal yang jarang diketahui bahkan oleh orang yang rutin lulur: bengkoang bukan tanaman asli Indonesia. Dia berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah, dibawa pelaut Spanyol lewat Filipina, dan baru masuk ke Nusantara sekitar akhir abad ke-17. Jadi bahan yang sekarang paling identik dengan lulur Indonesia justru pendatang yang cukup terlambat.
Korean body scrub itu apa, dan kenapa namanya bukan itu di Korea
Di Korea tindakan ini disebut 세신 (seshin). Yang digosok keluar namanya 때 (ttae), dan praktik menggosoknya sehari-hari disebut 때밀이 (ttaemiri). Petugas yang mengerjakannya punya sebutan profesional sendiri, 세신사 (seshinsa). Istilah “Korean body scrub” adalah sebutan dari luar Korea.
Tempatnya berpindah beberapa kali dalam seratus tahun terakhir. Awalnya pemandian umum, lalu jjimjilbang yang populer sejak dekade 1990-an, dan sejak 2020-an bergeser lagi ke ruang privat satu-satu dengan reservasi. Bentuk terakhir itu yang kami pakai di klinik.
Soal handuk kuningnya, hampir semua artikel salah
Handuk kasar yang dipakai punya nama sendiri, 이태리타올, yang kalau diterjemahkan jadi “Italy towel”. Namanya dari asal kainnya: viscose rayon kasar yang diimpor dari Italia dan dianggap tidak layak jadi pakaian.
Hampir semua artikel berbahasa Inggris menulis handuk ini ditemukan oleh Kim Pil-gon pada 1962. Sumber-sumber Korea sendiri membantah itu. Penemunya Kim Won-jo dari pabrik tekstil Han-Il di Busan, sekitar dekade 1960-an; sumber Korea sendiri tidak konsisten soal tahun persisnya, ada yang menulis 1962 dan ada yang 1967. Kim Pil-gon adalah pihak yang menangani penjualan, dan klaimnya dibantah keluarga Kim Won-jo.
Detail kecil yang berguna kalau Anda pernah melihat warnanya berbeda-beda: warna menandakan kekasaran. Merah muda paling lembut, hijau standar, biru paling kasar.
Yang perlu diluruskan sebelum Anda memilih
Ada tiga hal yang sering kami temui, dan ketiganya lebih baik dibereskan di sini daripada di ruang perawatan.
Daki yang keluar bukan racun. Gulungan abu-abu yang keluar itu sel kulit mati dari lapisan terluar bercampur minyak alami kulit. Tubuh memang menggantinya berkala. Yang dilakukan sesi ini cuma mempercepat. Istilah detoks yang sering dipakai untuk menjelaskannya keliru secara medis, dan kami tidak memakainya.
Keduanya bukan pemutih. Eksfoliasi tidak menyentuh produksi melanin sama sekali. Kulit terlihat lebih cerah karena lapisan kusamnya terangkat, dan itu sifatnya sementara.
Lebih sering tidak berarti lebih bersih. Justru sebaliknya. Panduan dari American Academy of Dermatology menyebut prinsip yang gampang diingat: semakin agresif metodenya, semakin jarang boleh dilakukan.
Untuk kulit Indonesia, ada satu pertimbangan yang jarang dibahas
Bagian ini alasan utama artikel ini ditulis, dan sejauh yang kami tahu belum ada tulisan berbahasa Indonesia yang membahasnya.
Mayoritas orang Indonesia punya kulit dengan pigmen relatif banyak. Kulit seperti ini punya kelebihan nyata, misalnya lebih tahan terhadap sinar matahari. Tapi dia juga punya satu kecenderungan yang perlu diperhitungkan: lebih mudah meninggalkan bekas gelap setelah mengalami peradangan. Istilah medisnya hiperpigmentasi pasca-inflamasi.
Pemicunya bukan cuma jerawat. Trauma kulit apa pun bisa memicunya, termasuk luka bakar ringan, tindakan laser, chemical peeling, dan eksfoliasi mekanis yang terlalu kuat. Dan literatur dermatologi cukup konsisten soal satu hal: makin banyak pigmen di kulit seseorang, makin pekat dan makin lama bekasnya bertahan. Yang di lapisan atas biasanya memudar dalam hitungan bulan; yang lebih dalam bisa bertahan bertahun-tahun.
American Academy of Dermatology bahkan menuliskannya sebagai anjuran langsung: orang dengan warna kulit lebih gelap atau yang mudah muncul flek sebaiknya menghindari eksfoliasi mekanis maupun kimiawi yang kuat.
Ini bukan alasan untuk menghindari Korean body scrub sepenuhnya. Ini alasan untuk tidak memilihnya dari brosur. Kalau Anda punya riwayat flek yang lama hilangnya, bekas jerawat yang membandel, atau kulit yang gampang menghitam setelah tergores, sebutkan itu di awal. Kami akan menyesuaikan, atau menyarankan yang lebih lembut.
Siapa yang sebaiknya menunda dulu
Daftar ini berlaku untuk keduanya, dan lebih ketat untuk Korean body scrub.
- Ada luka terbuka, lecet, atau kulit yang sedang terbakar matahari
- Eksim, dermatitis atopik, atau psoriasis yang sedang aktif
- Kulit kering yang sedang meradang
- Kulit sangat sensitif, yang gampang perih hanya karena sabun
- Sedang memakai retinoid atau retinol
- Baru waxing atau laser di area yang sama
- Punya riwayat flek gelap yang lama hilangnya
Satu lagi yang berlaku khusus dan tidak ada pengecualiannya: handuk scrub Korea tidak pernah dipakai di wajah. Kulit wajah jauh lebih tipis dan punya cara perawatannya sendiri.
Jadi, pilih yang mana?
Kalau tujuannya perawatan rutin yang menenangkan, kulitnya tidak sedang bermasalah, dan Anda suka aroma serta sensasi ritualnya, lulur adalah pilihan yang tepat dan bisa dilakukan lebih sering.
Kalau yang mengganggu adalah tekstur kasar yang tidak hilang-hilang di siku, lutut, punggung, dan tumit, Korean body scrub akan mengangkatnya jauh lebih tuntas dalam satu sesi. Konsekuensinya jaraknya harus lebih jauh, dan kulit perlu waktu menyusun kembali lapisan pelindungnya.
Dan kalau Anda masih ragu, itu wajar. Yang biasanya kami lakukan bukan menyuruh memilih, tapi melihat kulitnya dulu. Sepuluh menit di awal sesi sering menghemat keputusan yang salah.
Kesimpulan
Ceritakan kondisi kulit Anda lewat WhatsApp sebelum memilih. Kalau ada riwayat flek yang lama hilangnya, kulit sedang sensitif, atau baru waxing dan laser, sebutkan sekalian. Itu yang paling menentukan saran kami, bukan mana yang lagi ramai dibicarakan.
Ingin rincian lengkap tindakannya, termasuk siapa yang tidak boleh menjalaninya dan berapa biayanya? Baca halaman Korean Spa.
Ditulis dan ditinjau oleh tim dokter The Mercy Clinic
Klinik kecantikan, Wellness dan Dental di Jakarta Pusat dan Balikpapan yang beroperasi sejak 2016.
Artikel ini bersifat edukatif dan bukan pengganti konsultasi medis. Kondisi setiap orang berbeda, dan tindakan yang tepat untuk Anda hanya bisa ditentukan setelah pemeriksaan langsung oleh dokter.
Harga yang disebut adalah harga saat halaman ini ditulis dan dapat berubah. Ketersediaan tiap layanan bisa berbeda antara cabang Jakarta dan Balikpapan.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Seputar Korean Spa
Lebih bagus mana, lulur atau Korean body scrub?
Tidak ada yang lebih bagus, yang ada lebih cocok. Kalau kulit Anda tipis, gampang merah, atau sedang bermasalah, lulur jauh lebih masuk akal karena intensitasnya bisa diatur dan bahannya sekaligus jadi masker. Kalau yang mengganggu adalah tekstur kasar yang membandel di siku, lutut, punggung, dan tumit, Korean body scrub mengangkatnya jauh lebih tuntas dalam satu sesi. Di klinik kami pertanyaan ini biasanya selesai dengan melihat kulitnya langsung, bukan dengan memilih di brosur.
Apakah keduanya bisa memutihkan kulit?
Tidak. Ini pertanyaan yang paling sering sampai ke kami dan jawabannya harus jelas: eksfoliasi tidak mengubah produksi melanin sama sekali. Yang terjadi adalah lapisan sel kulit mati yang menumpuk dan membuat kulit tampak kusam ikut terangkat, sehingga warna asli kulit terlihat lebih terang dan rata. Efeknya nyata, tapi sifatnya sementara dan bukan pemutihan.
Berapa kali dalam sebulan boleh lulur atau Korean body scrub?
Semakin agresif metodenya, semakin jarang boleh dilakukan. Untuk lulur, rentang satu sampai dua kali seminggu umum dipakai dan masih aman untuk kebanyakan orang. Untuk Korean body scrub, jaraknya jauh lebih longgar: pekerja spa di Korea sendiri umumnya menyarankan maksimal seminggu sekali, dan sebagian dokter kulit di sana menyarankan jauh lebih jarang lagi. Patokan yang lebih berguna daripada angka: kalau kulit masih terasa perih, kering, atau gampang merah, jaraknya belum cukup.
Daki yang keluar saat Korean body scrub itu kotoran atau racun?
Bukan keduanya. Gulungan abu-abu yang terlihat itu adalah sel kulit mati dari lapisan paling luar yang bercampur minyak alami kulit. Tubuh memang menggantinya secara berkala, dan yang dilakukan sesi ini hanya mempercepat lepasnya. Kami menyebutkan ini karena istilah detoks sering dipakai untuk menjelaskannya, dan istilah itu keliru secara medis.
Kulit saya cenderung gelap dan gampang meninggalkan bekas. Aman tidak?
Ini pertanyaan yang paling penting di seluruh tulisan ini, dan jawabannya butuh hati-hati. Kulit dengan pigmen lebih banyak memang lebih mudah meninggalkan bekas gelap setelah mengalami peradangan, dan eksfoliasi mekanis yang kuat termasuk pemicunya. Bukan berarti Anda tidak boleh sama sekali, tapi pilihannya sebaiknya jatuh ke metode yang lebih lembut, dan sebaiknya dinilai dokter dulu kalau Anda punya riwayat flek yang lama hilang.
Boleh lulur atau scrub setelah waxing atau laser?
Sebaiknya tidak berdekatan. Waxing dan laser sudah meninggalkan mikro-trauma di kulit walau permukaannya terlihat baik-baik saja, dan menumpuk gosokan di atasnya menambah peradangan yang tidak perlu. Kami sengaja tidak menyebut angka jeda hari, karena angka yang beredar di internet tidak berasal dari badan kedokteran mana pun. Yang benar: sebutkan jadwal waxing atau laser Anda saat konsultasi, biar jaraknya diatur sesuai kondisi kulit Anda.





